Agar tetap istiqomah dalam berhijab

06.06

Nah, seperti yang udah dibahas sebelumnya, bahwa berhijrah merupakan sebuah perjalanan. Ada yang cepat sampai, ada pula yang lambat jalannya, yan penting jangan sampai mandek alias ga jalan-jalan :")

Dalam perjalanan itu, hampir jarang yang jalannya mulus-mulus aja. Nah, seperti yang diulas dalam beberapa tulisan sebelumnya tentang mengenal hijab yg mengalami beberapa proses penggantian definisi oleh diri :")

Hingga lika-liku dalam proses berhijrah menuju pribadi yang lebih baik lagi, yang nyatanya tak semudah meniatkannya saja. Mungkin bukan hanya aku seorang yang mengalami proses ini, sehingga tidak ada salahnya kurasa untuk berbeagi beberapa ulasan dibawah ini yang bisa menyadarkan kita kembali apa pentingnya berhijab sebagai senjata untuk tetap istiqomah menutup aurat sesuai dengan syariat-Nya.




Poin2 pentingnya adalah:

1. Sebelum berhijab, penting untuk tahu terlebih dahulu.

Apa arti hijab sesungguhnya dan mengapa kita sbg wanita muslim wajib berhijab. Agar niat kita benar2 kita luruskan. Mengapa dan untuk siapa kita berhijab itu penting sekali untuk menjaga agar tetap istiqomah dalam berhijab.

Dalam Al-qur'an surat An-Nur ayat 31, yg berbunyi:

وَقُلْ لِّـلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَـضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّ ۖ  وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَآئِهِنَّ اَوْ اٰبَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَآئِهِنَّ اَوْ اَبْنَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَآئِهِنَّ اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَآءِ ۖ  وَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُـعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّ    ؕ  وَتُوْبُوْۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.
[QS. An-Nur: Ayat 31]


Hal ini penting untuk diketahui. Sebagaimana kita tahu, ilmu sebelum amal. Kenapa? Agar amal yg kita lakukan dapat ridho-Nya. Alias ga sia2 atau asal jalanin aja :")

Kebanyakan orang Indonesia sukanya ikut2an tanpa tahu apa esensi dari perbuatan yg dilakukan. Yuk, jangan jadi bebek yang hanya ikut2an atau jadi kerbau yg dicocok hidungnya. Kok kerbau yg dicocok hidungnya? Ya, itu spt perumpamaan. Seseorang yg berbuat sesuatu karena perintah manusia. Kita tahu, bahwa perintah berhijab datangnya langsung dari-Nya. Jangan sampai kita berhijab karena manusia :"

Nah, untuk itu, penting untuk kita para muslimah untuk terus menggali dan menggali ilmu. Sebab apa? Kadang kita selalu mencari pembenaran atas apa yg sudah kita lakukan, terlepas benar atau salah yg kita lakukan itu. Well, katanya hal itu justru ga akan membawa kita ke arah yg lebih baik lho :"

2. Hilangkan stigma, "aku belum pantas" dari benakmu

Pun aku yang sedang menulis ini pun juga belum sebaik muslimah lainnya yg sudah baik tingkah dan lakunya. Namun, aku percaya setiap muslimah diberi hak yg sama. Hak untuk menjalankan kewajibannya untuk memenuhi syariat-Nya. Termasuk untuk berhijrah jadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin, menjalankan perintah berhijab, serta berdakwah ke sesama umat muslim untuk saling ingat mengingatkan. Di tahun 2000an mungkin jarang kita temui sosok muslimah yg mengenakan hijab. Kalaupun ada, sosok yg kita temui pasti kalem, pemalu, berkerudung lebar dan lain sebagainya.

Well, aku percaya bahwa proses berhijrah adalah sebuah perjalanan. Ada yg cepat sampai dan ada pula yg pelan jalannya. Tapi aku yakin, mereka menuju arah yg sama. Surga-Nya. Allah juga selalu menjanjikan ampunan bagi hamba-Nya yang bertaubat. So, jangan pernah merasa ngga pantes. Karena, sadar ga sadar, ternyata itu salah satu bentuk upaya syaitan untuk menghalangi kita untuk berhijrah :")

Yuk, pantaskan diri. Isi diri dengan ilmu yg bermanfaat. Salah satunya ilmu agama. Kalau kamu, merasa malu memakai kerudung karena belum merasa baik ahlaknya, kamu salah besar. Karena memiliki ahlak yg baik dan perintah berhijab adalah 2 hal yg sama2 harus kita penuhi, bukan?
Dan keduanya sama-sama bukan syarat untuk melakukan perintah yg lainnya.Maksudnya?

Ya. Tidak mutlak. Karena biasanya, kita justru ingin lebih baik lagi, karena malu dengan hijab yang kita pakai. Tapi ingat selalu, apa esensi hijab seperti pd poin 1. Karena, ketika kita tahu apa dan untuk apa yg kita lakukan, kita berupaya untuk melakukannya dengan lebih baik lagi, lebih baik lagi. Dan keinginan untuk lebih baik lagi itu lah yg bisa membawa ahlak kita lebih baik lagi. Dan ingat, bahwa memperbaiki ahlak bukan pelajaran sehari dua hari. Tapi juga seumur hidup. Nah, mau nunggu sampai kapan supaya ahlak kita baik, baru kemudian berhijab? :"
Nanti keburu dipanggil menghadap-Nya lho :"
Mau jawab apa kita nanti ketika ditanya, mengapa semasa di dunia enggan memakai kerudung? Atau mengapa hanya memakai kerudung ke sekolah saja? Atau mengapa membuka kerudung ketika di media sosial? Harus jawab apa kelak ketika lidah tak lagi bisa berkilah :"

3. Hilangkan alasan "Aku gabisa pakainya."

Well, hijab sesungguhnya bukan hal yg riweuh kok. Cukup perlu baju kurung (jilbab) + kerudung yg menutup dada yg tidak transparan dan membentuk lekuk tubuh. Memang, sulitnya saat ini adalah memilah milih mana yg harus dikenakan karena kini, banyak yg menyediakan kebutuhan berhijab, namun kadang tidak sesuai syariat :")

Tapi, sejatinya apa yg kita perlukan untuk berhijab cuma sederhana lho. Kalo bingung makainya gimana, kamu bisa beli kerudung instan yg sekarang banyak dijual dipasaran. Ada khimar yg langsung 'blus'. Ada yg pakai pet atau yg tidak. (Pet itu seperti topi yang ada di depan khimar). Mau pakai yg mana, itu pilihanmu :)
karena, ya itu. Cocok-cocokan menurutku. Dan yg penting kita pede. Sampai hari ini, masih sering ada yg bilang kl wajahnya ga pantas pakai kerudung :")
Well, bentuk wajah kita memang beragam. Untuk itu, kerudung juga bermacam2 bentuknya. Ada yg wajahnya bulat, lonjong, seperti hati, kotak, dll
Tenang, kamu cukup cari kerudung apa yg pas buat kamu. Jadi, bukanlah masalah besar seharusnya. Jangan sampai "kepantasan" mengenakan kerudung ini mengurangi kepantasan kita di hadapan-Nya :"

4. Jangan sampai timbul pikiran, "Aku takut nanti lepas-pakai kalo kepanasan"

Well, katanya neraka jauh lebih panas lho :"
Kalo panas didunia, masih bisa diatasi pakai AC, kipas angin, atau kipas tangan (?)
Kalo di neraka, bisa kipasan pakai apa kita? :"
Toh, kalau sudah biasa nantinya ga akan gerah lagi kok :)

Lagi pula, untuk apa juga lepas pakai gitu ya? Hmm
Mungkin, beberapa teman merasa penampilannya lebih baik tanpa kerudung?
Well, hijab sejatinya melindungi. Apa yg dilindungi? Apalagi selain kecantikan itu sendiri. Seperti layaknya handphone yg sellau kita ingin belikan casing yg baik untuk melindunginya dari benturan, kotoran, dll. Seperti itu pula wanita. Terlalu berharga untuk membiarkannya begitu saja tanpa pelindung. Bukankah akan lebih baik jika yg dapat menikmati kecantikan kita itu adalah imam yg akan mengimami kita kelak? :"

Anggap saja kita sedang menyiapkan hadiah terindah bagi dia yg sedang menyiapkan bekal untuk menempuh perjalanan bersama kita nanti :)

Jika, hadiah itu tidak kita disiapkan dengan baik, apakah mungkin kita disandingkan pula dengan yg menyiapkan perbekalan dgn baik pula? 

5. Hilangkan pikiran: takut dikira Ibu2

Hmm. Sering sih diliatin orang2 pas di angkot, lantaran pakai gamis dan kerudung lebar. Well, risih sih diliatin gitu. Tapi, aku percaya bahwa penilaian Allah di atas segalanya. Karena apa? Fashion akan terus berkembang. Mau ngikutin tren yg dibuat manusia? Bakal capek gasih? Tapi kalo kita mengikuti ketentuan-Nya yg sudah jelas, sudah pasti aturannya, da dapat pahala, kenapa enggak?

Toh, trend itu dibuat sendiri kan oleh manusia. Untuk apa mulu2 mencari perhatian manusia? Ga akan ada habisnya.

Trus,kalo dikatain kayak Ibu2 gimana? Yaudah aamiin-kan saja. (Lho?)
Lha iya kan? Kita pasti pengen jadi sosok Ibu nanti :D

Tak mengapa, jika ada yg berkomentar sprti itu. Balik lagi, itu kan penilaian manusia. Daripada mikirin penilaian manusia kepada kita terus menerus, mendingan kita ubah. "Kira2 bagaimana ya penilaian Allah terhadap aku skrg?"

Dan yg paling penting, dengan kita berhijab, kita sudah meringankan beban ayah kita, suami kita, dan saudara laki2 kita. Karena, ketika kita tidak berhijab, maka yg akan dipertanyakan kelak adalah mereka. Di dunia saja, kita sudah banyak menyusahkan mereka. Bagaimana mungkin menyusahkan mereka lagi di akhirat kelak?

Yuk, berhijab dari sekarang! Yang sudah berhijab, kudoakan agar selalu istiqomah dan bisa lebih baik lagi.

- Dari saudaramu yg sungguh peduli dan ingin bertemu denganmu di surga-Nya, yang masih belajar dan terus belajar jadi lebih baik lagi.

You Might Also Like

0 komentar

Entri Populer

Instagram Images

Entri Populer

Subscribe